Senin, 09 November 2009

Malam hanyalah Malam

Ijinkan aku Tuhan...

Seketika sang peri terbuai oleh tatapan mata dan sentuhan jiwanya, lembut dan hangat. Malam namanya. Kala itu, malam pernah berjanji pada sang peri...jika dia akan selalu menjaganya tidurnya..

"Ijinkan aku untuk menjagaku, peri kecil-ku," kata malam pada sang peri.

(dengan wajah memerah, sang peri pun menunduk malu, dan tersenyum simpul)
"Oh, Tuhan ijinkan ia menemaniku saat aku terjaga, saat aku terlelap, dan ijinkan ia hadir dalam setiap mimpiku, ijinkan Tuhan," kata sang peri dalam hati.

Saat malam berganti siang, sang peri gelisah dan resah menunggu hadirnya malam. Ia selalu melirik ke arah jarum jam, yang saat itu masih menunjukkan pukul 12.00 siang. "Rupanya waktu belum ingin berkawan denganku," ucap peri.

Setiap mentari mulai menunduk dan rembulan jadi penguasa langit, wajah sang peri makin riang. Karena, ia tau sebentar lagi malam akan datang menjemputnya, mengajaknya berkeliling bertemu ribuan bintang dan bercengkerama di tengah cakrawala yang dihiasi kerlip bintang. "Ini hari ulang tahunku, kamu dimana malam-ku," tanya sang peri dalam hati.

Detik, menit dan jam berlalu begitu saja tanpa meninggalkan pesan pada sang peri. Hingga waktu beranjak menjelang pagi, malam tak kunjung datang. Sang peri menunduk dan meneteskan air mata seperti bunga layu di padang pasir yang sekian lama tidak bertemu dengan air.

Rupanya, takdir berkata lain, apa yang diinginkan peri kala itu tidak diijinkan oleh Tuhan, Sang Penguasa Alam. Terpaksa malam dihukum karena telah mencintai peri kecil dan telah merebut hatinya. Malam telah melanggar janji saat dia berucap pada langit bahwa dia hanya akan menjaga sang peri tanpa mencintainya.

"Peri kecil, maafkan aku, di hari ulang tahunmu, aku tak bisa membawakan bintang sebagai hadiah persembahanku. Ada jarak yang memisahkan kita dan aku berjanji akan tetap menjaga tidurmu hingga kamu terlelap. Suatu saat nanti aku akan datang padamu dan membawakan bintang paling terang untukmu supaya wajahmu yang cantik akan selalu bersinar," kata malam pada peri meski sang peri tak bisa mendengarnya.

"Malam, jangan tinggalkan aku sendiri, siapa yang akan menjagaku, aku merindukanmu," ucap sang peri lirih.

1 komentar:

  1. Sang peri terlihat anggun saat malam tiba. Karena dia selalu bercahaya dalam kegelapan. ^^

    BalasHapus