Penerapan
Konseling di PIK Remaja SEMARAK Kecamatan Ngemplak
Dalam upaya meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi menjadikan remaja tegar dalam menghadapi masalah dan
mampu mengambil
keputusan terbaik bagi dirinya, maka pelayanan konsultasi sangat diperlukan bagi remaja. Remaja yang bisa melakukan konsultasi
pada teman sebayanya disebut
sebagai konselor sebaya. Konselor sebaya adalah pendidik sebaya yang secara fungsional punya komitmen dan
motivasi yang tinggi untuk
memberikan konsultasi bagi kelompok remaja sebayanya yang sudah mengikuti pelatihan atau orientasi konsultasi atau bisa
juga yang belum dilatih
dengan mempergunakan panduan kurikulum model pelatihan yang telah disusun oleh BKKBN, selain itu koselor sebaya mempunyai tanggung
jawab kepada ketua PIK Remaja.
Membina
hubungan dengan klien secara fisik
adalah kemampuan dasar konselor dalam upaya untuk menciptakan suasana yang
dapat mendorong klien terlibat secara penuh ke dalam proses konseling. Hal inilah
yang seharusnya dilakukan konselor sebaya dalam menghadapi kliennya.
Jumlah
PIK Remaja di Kecamatan Ngemplak saat ini berjumlah 9 kelompok dengan kondisi
status yang baru tumbuh ada 7, tahapan tegak 1 dan tahapan tegar ada 1. Saat
ini PIK Remaja yang telah menjalankan program konseling dengan optimal yakni
PIK Remaja Semarak. PIK Remaja Semarak merupakan kelompok PIK R tingkat
kecamatan yang terbentuk pada 8 Juli 2013 dan hingga saat ini anggota berjumlah
50 orang. Dengan rincian Pendidik sebaya sebanyak 8 orang dan Konselor Sebaya
sebanyak 8 orang. Bekal yang juga perlu dimiliki oleh konselor adalah pemberian
buku pedoman pengelolaan PIK, modul pelatihan konselor sebaya, dan buku bacaan
tentang konselor sebaya dengan harapan mereka dapat belajar mandiri maupun
kelompok agar dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam
memberikan konsultasi pada teman sebaya.
PIK
Remaja SEMARAK salah satu Pusat Informasi Konseling Remaja yang berada di
Kecamatan Ngemplak dibawah bimbingan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan
Masyarakat, dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPMPP) Kabupaten Sleman. PIK Remaja
Semarak saat ini masih menjalankan dan mengembangkan program kerja dan
pelayanan secara aktif dengan tujuan agar tetap menjadi PIK Remaja pada tahapan
tegar. Demi mencapai tujuan tersebut sangat membutuhkan dukungan dari berbagai
pihak seperti remaja, pengurus PIK Remaja, tokoh formal/non formal setempat, Penyuluh
KB, pemerintah kabupaten Sleman yang dalam hal ini BKBPMPP agar dapat
menciptakan suasana konseling yang berkualitas khususnya dalam menanggulangi
kasus TRIAD KRR. Diharapkan para konselor sebaya mampu mempromosikan dengan
baik sehingga dapat mewujudkan cita-cita menjadi tegar remaja.
Berdasarkan
hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada Ketua PIK R Semarak menunjukkan
bahwa terdapat respon positif dari
konseli kepada konselor. Pada mulanya, PIK Remaja Semarak melakukan
sosialisasi program konseling di
sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat remaja. Berawal dari sosialisasi
tersebut muncul ketertarikan para remaja akan program konseling karena konseli
merasa nyaman bercerita tentang
permasalahannya kepada konselor sebaya di PIK Remaja Semarak.
PIK
Remaja Semarak mempunyai sekretariat yang berada di lingkungan Kecamatan
Ngemplak yang berada di Jalan Jangkang, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak,
Kabupaten Sleman. PIK Remaja Semarak mempunyai jadwal konseling yang dibuka
setiap hari dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB.
Konseling
dalam PIK Remaja Semarak dilakukan dengan dua cara yakni secara langsung
(bertatap muka) dan tidak langsung (melalui sosial media). Proses konseling
dimulai melalui SMS, BBM, Whats App, Line dan sosial media lain seperti facebook, twitter maupun instagram.
Tidak lama setelah itu, konseli dan konselor bertemu bertatap muka untuk
membahas sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh konseli. Namun tak jarang,
konseling dilakukan hanya sebatas melalui sosial media. Rata-rata pelayanan
konseling setiap bulan berjumlah 10-20 orang. Mayoritas, konseli mengajak
konselor untuk bertemu di luar sekretariat PIK Remaja Semarak.
Permasalahan
pun beragam mulai dari pacaran, masalah sekolah hingga persoalan dengan
keluarga (orang tua, saudara). Bahkan ada pula yang menceritakan masalah serius
seperti Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). KTD merupakan salah satu bentuk
ketidaktahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi sehingga timbul perilaku
menyimpang. Pemberian
komunikasi,
informasi dan dan edukasi melalui konseling ini merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi
Beragam
permasalahan, terkadang membuat konselor harus merujuk konseli ke Puskesmas
atau Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Kencana BKKBN DIY. Namun
keterbatasan jumlah konselor membuat mereka kurang percaya diri dalam
memberikan koseling pada teman sebaya, kegiatan koordinasi seperti frekuensi
kunjungan belum rutin dilaksanakan, kegiatan promosi kesehatan belum sesuai program
kerja, kesibukan masing-masing konselor sebaya yang tinggi sehingga peran
konselor belum bisa maksimal.

