Selasa, 05 Januari 2016

Penerapan Konseling di PIK Remaja SEMARAK Kecamatan Ngemplak

Dalam upaya meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi menjadikan remaja tegar dalam menghadapi masalah dan mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya, maka pelayanan konsultasi sangat diperlukan bagi remaja. Remaja yang bisa melakukan konsultasi pada teman sebayanya disebut sebagai konselor sebaya. Konselor sebaya adalah pendidik sebaya yang secara fungsional punya komitmen dan motivasi yang tinggi untuk memberikan konsultasi bagi kelompok remaja sebayanya yang sudah mengikuti pelatihan atau orientasi konsultasi atau bisa juga yang belum dilatih dengan mempergunakan panduan kurikulum model pelatihan yang telah disusun oleh BKKBN, selain itu koselor sebaya mempunyai tanggung jawab kepada ketua PIK Remaja.

Membina hubungan dengan  klien secara fisik adalah kemampuan dasar konselor dalam upaya untuk menciptakan suasana yang dapat mendorong klien terlibat secara penuh ke dalam proses konseling. Hal inilah yang seharusnya dilakukan konselor sebaya dalam menghadapi kliennya.

Jumlah PIK Remaja di Kecamatan Ngemplak saat ini berjumlah 9 kelompok dengan kondisi status yang baru tumbuh ada 7, tahapan tegak 1 dan tahapan tegar ada 1. Saat ini PIK Remaja yang telah menjalankan program konseling dengan optimal yakni PIK Remaja Semarak. PIK Remaja Semarak merupakan kelompok PIK R tingkat kecamatan yang terbentuk pada 8 Juli 2013 dan hingga saat ini anggota berjumlah 50 orang. Dengan rincian Pendidik sebaya sebanyak 8 orang dan Konselor Sebaya sebanyak 8 orang. Bekal yang juga perlu dimiliki oleh konselor adalah pemberian buku pedoman pengelolaan PIK, modul pelatihan konselor sebaya, dan buku bacaan tentang konselor sebaya dengan harapan mereka dapat belajar mandiri maupun kelompok agar dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam memberikan konsultasi pada teman sebaya.


PIK Remaja SEMARAK salah satu Pusat Informasi Konseling Remaja yang berada di Kecamatan Ngemplak dibawah bimbingan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPMPP) Kabupaten Sleman. PIK Remaja Semarak saat ini masih menjalankan dan mengembangkan program kerja dan pelayanan secara aktif dengan tujuan agar tetap menjadi PIK Remaja pada tahapan tegar. Demi mencapai tujuan tersebut sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak seperti remaja, pengurus PIK Remaja, tokoh formal/non formal setempat, Penyuluh KB, pemerintah kabupaten Sleman yang dalam hal ini BKBPMPP agar dapat menciptakan suasana konseling yang berkualitas khususnya dalam menanggulangi kasus TRIAD KRR. Diharapkan para konselor sebaya mampu mempromosikan dengan baik sehingga dapat mewujudkan cita-cita menjadi tegar remaja.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada Ketua PIK R Semarak menunjukkan bahwa terdapat  respon positif dari konseli kepada konselor. Pada mulanya, PIK Remaja Semarak melakukan sosialisasi  program konseling di sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat remaja. Berawal dari sosialisasi tersebut muncul ketertarikan para remaja akan program konseling karena konseli merasa  nyaman bercerita tentang permasalahannya kepada konselor sebaya di PIK Remaja Semarak.

PIK Remaja Semarak mempunyai sekretariat yang berada di lingkungan Kecamatan Ngemplak yang berada di Jalan Jangkang, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. PIK Remaja Semarak mempunyai jadwal konseling yang dibuka setiap hari dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB.

Konseling dalam PIK Remaja Semarak dilakukan dengan dua cara yakni secara langsung (bertatap muka) dan tidak langsung (melalui sosial media). Proses konseling dimulai melalui SMS, BBM, Whats App, Line dan sosial media lain seperti facebook, twitter maupun  instagram. Tidak lama setelah itu, konseli dan konselor bertemu bertatap muka untuk membahas sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh konseli. Namun tak jarang, konseling dilakukan hanya sebatas melalui sosial media. Rata-rata pelayanan konseling setiap bulan berjumlah 10-20 orang. Mayoritas, konseli mengajak konselor untuk bertemu di luar sekretariat PIK Remaja Semarak.

Permasalahan pun beragam mulai dari pacaran, masalah sekolah hingga persoalan dengan keluarga (orang tua, saudara). Bahkan ada pula yang menceritakan masalah serius seperti Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). KTD merupakan salah satu bentuk ketidaktahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi sehingga timbul perilaku menyimpang. Pemberian
komunikasi, informasi dan dan edukasi melalui konseling ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi

Beragam permasalahan, terkadang membuat konselor harus merujuk konseli ke Puskesmas atau Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Kencana BKKBN DIY. Namun keterbatasan jumlah konselor membuat mereka kurang percaya diri dalam memberikan koseling pada teman sebaya, kegiatan koordinasi seperti frekuensi kunjungan belum rutin dilaksanakan, kegiatan promosi kesehatan belum sesuai program kerja, kesibukan masing-masing konselor sebaya yang tinggi sehingga peran konselor belum bisa maksimal.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar