Senin, 11 Februari 2013

VASEKTOMI BUKAN DIKEBIRI

Berbagai metode kontrasepsi ditawarkan untuk mengatur kehamilan, dari kondom, pil, suntik, implant, IUD, MOW, maupun MOP. Dari berbagai metode tersebut hanya kondom dan MOP (Metode Operasi Pria) saja yang dapat digunakan oleh kaum pria. MOP atau yang dikenal dengan vasektomi memang belum terlalu banyak diminati. Hal itu disebabkan masih ada anggapan masyarakat yang keliru dengan menganggap MOP itu seperti dikebiri. Pada kenyataannya, vasektomi dilakukan dengan pemotongan dan mengikatr saluran sperma (vas deferens) sehingga saat ejakulasi yang keluar, hanya air mani (semen) tanpa kandungan sperma. Sehingga kaum pria tidak perlu takut akan kehilangan aktivitas seksualnya. Namum perlu dipahami, vasektomi sebaiknya disarankan kepada keluarga yang sudah tidak menginginkan anak lagi. “Dengan adanya sosialisasi diharapkan nantinya peserta KB pria khususnya MOP akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Apalagi sampai saat ini program dari BKKBN masih menggratiskan KB MOP dan justru peserta akan mendapatkan kompensasi,” ungkap Joko Surti, Bsc, Kabid KB Badan KB, PM, PP Kabupaten Sleman. Joko menambahkan, jika ingin gratis, calon peserta MOP harus melalui Penyuluh KB setempat supaya dijelaskan lebih lanjut tentang mekanisme pelayanan MOP. Menurutnya, saat ini di Kabupaten Sleman untuk tingkat kesadaran MOP memang sudah meningkat, hal itu menunjukkan telah tumbuhkan kesadaran adanya kesetraan gender dalam ber-KB. Hal itu dilontarkan oleh salah satu peserta KB Pria MOP, Sartono (32). Ia mengungkapkan kesertaannya mengikuti kontrasepsi mantap ini merupakan kesadaran dan sekaligus wujud kasih sayangpada istri. “Karena sudah mantap dan istri saya merasa kurang cocok dengan jenis KB apapun, maka saya saja yang ber-KB, selain itu kami juga sudah tidak mau menambah momongan lagi, “ ujar bapak 6 orang anak tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar